Pattiro Semarang dan Pemerintah Desa Gogik Gelar FGD Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Desa

Gogik, 27/11 – Bertempat di Kawasan Wisata Curug Semirang, Pattiro Semarang bersama Pemerintah Desa Gogik menggelar acara FGD Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Desa melalui dokumen Master Plan Pembangunan Desa Wisata Gogik Berbasis Ecotourism. Sejak Maret 2018 lalu, Pattiro Semarang memfasilitasi pembuatan dokumen master plan ini yang disusun bersama-sama dengan tim inti yang berisi perwakilan warga dari Dusun Gogik dan Gintungan.

Dengan ada pertemuan pagi itu diharapkan adanya pelibatan secara aktif Forum Multi-stakholder Desa Gogik untuk mendukung pengembangan kepariwisataan melalui Masterplan Desa Wisata Gogik. Adanya master plan ini diharapkan dapat menjadi dokumen perencanaan yang dapat memandu proses pengembangan wisata di Desa Gogik.

FGD dihadiri oleh berbagai stakeholder terkait yaitu pemerintah desa, LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan), BUMDES (Badan Usaha Milik Desa), PTPN, Perhutani, Bapermades, TA PD Kabupaten Semarang, TA PD Kecamatan Ungaran Barat, TA PD Desa Gogik, Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, tokoh masyarakat, karang taruna, dan PKK. Widi Nugroho (Direktur PATTIRO Semarang) yang menjadi fasilitator pada pertemuan kali ini menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam pembangunan, sebagai bukti penyusunan dokumen masterplan kali ini melibatkan multistakholder.

Diskusi berjalan dengan dinamis. Masing-masing stakeholder memberikan tanggapan terkait dengan dokumen master plan yang sudah 80% pengerjaan ini. Ririn, selaku perwakilan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, memberikan masukan agar format dokumen master plan disesuaikan serta pilih mana yang paling mutlak dari pengembangan desa wisata ini yang menjadi kewenangan desa.

Beberapa catatan lain yang perlu ditambahkan dan dipertimbangkan dalam diskusi di gazebo siang itu adalah Mana impian-impian dari karang taruna yang belum diakomodir dengan baik dalam dokumen master plan. Beberapa impian dari karang taruna yang belum masuk adalah pengembangan wisata yang lebih luas di Dusun Gintungan yang mana pengembangan wisata tidak hanya sebatas pada situs Embung Sukoponco dan Bumi Perkemahan.

Yang menjadi PR dalam jangka dekat adalah mengaktifkan kembali Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) di Desa Gogik. Pokdarwis ini selanjutnya akan menjadi leading sector dalam mengembangkan desa wisata Gogik. Selain, mengaktifkan kembali Pokdarwis, cukup penting untuk memperkuat lembaga BUMDES selaku organisasi yang nantinya akan memayungi semua asset wisata desa. Berdasarkan kesepakatan, tahun 2019 ini agenda yang akan dilakukan adalah mengaktifkan kembali Pokdarwis dan memperkuat kelembagaan BUMDES.

Miyanto, Kepala Desa Gogik, terakhir mengucapkan terima kasih kepada Pattiro Semarang dan semua stakeholder yang telah ikut mendukung penyusunan dokumen master plan. “Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung penyusunan dokumen master plan desa wisata ini karena entah siapapun nantinya yang menjadi kepala desa akan sangat terbantu dengan adanya dokumen pembangunan ini. Nantinya dokumen ini bisa menjadi acuan dalam penyusunan RKPDes maupun RPJMDes”, tutur Miyanto [IS].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *