Adakan Raker, PATTIRO Semarang Susun Program Kerja Tahunan

Jumat-Sabtu, 23-24 November yang lalu, pegiat PATTIRO Semarang berkumpul untuk mengadakan Rapat Kerja Tahunan yang diselenggarakan di Hotel Trio Kabupaten Magelang.  Selain pegiat Pattiro, hadir pula dalam agenda ini perwakilan basis dampingan Pattiro Semarang (Azhari dan Ani Kusrini), staff magang, Iskandar Saharudin dan Widi Heriyanto sebagai fasilitator.

Kegiatan diawali dengan laporan tahunan yang disampaikan Direktur PATTIRO Semarang selama tahun 2017-2018. Dalam laporannya, direktur PATTIRO Semarang menyampaikan sejumlah capaian yang berhasil didapat selama satu tahun ke belakang.

“Dalam bidang advokasi dan komunikasi, di tahun 2018 ini kita sudah melakukan pendampingan Industri Rumahan di Kabupaten Rembang. Selain itu juga kita melakukan analisis anggaran tahunan dan sudah disampaikan hasilnya ke Pemerintah.” terang Widi Nugroho dalam laporannya.

“Selain itu, di tahun ini kita juga turut bekerjasama dengan kampus untuk mengembangkan teknologi terapan di desa Gogik dan membuat master plan desa wisata di desa tersebut.” lanjut Widi.

Dalam kegiatan tersebut, juga disepakati kebutuhan lembaga, menyusun program kerja dan rekomendasi dalam hal manajemen keuangan dan program, advokasi dan komunikasi, manajemen stakeholder, penggalangan sumber dana dan media sosial sebagai instrument. Di sela acara, Iskandar Saharudin mengingatkan akan adanya great shifting di masa depan, mengingat saat ini adalah zaman milenial yang semua urusan bisa dikerjakan melalui gadget dan online.

“Kemajuan teknologi di masa depan akan sangat berpengaruh pada cara kerja kita. Mau tidak mau kita harus mengikuti perkembangan zaman jika tidak ingin tergerus oleh kemajuan teknologi. Membiasakan kerja yang berbasis teknologi seharusnya menjadi budaya kerja kita saat ini. Adanya fenomena ini diharapkan bisa menjadi pertimbangan Pattiro Semarang dalam menyusun kebutuhan serta program kerja lembaga setahun ke depan, agar dapat muncul ide-ide yang baru untuk mencapai target yang sudah ditetapkan sebelumnya.” ujar Iskandar.

Selain itu, masukan juga datang dari basis dampingan yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berharap hubungan baik antara Pattiro Semarang dengan masyarakat dampingan, menjaga hubungan ini dalam waktu yang lama, dan komunikasi yang terjalin semakin erat di antara keduanya.

Kegiatan ini ditutup dengan dirumuskannya rekomendasi baik untuk internal lembaga maupun eksternal lembaga yang berhubungan dengan stakeholders lain. Dengan adanya rekomendasi ini, PATTIRO Semarang berharap bisa meningkatkan capaian kerja dan memperluas cakupan advokasi serta mengajak lebih banyak stakeholder untuk mewujudkan good governance di Pemerintah daerah, khususnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *