Pattiro Fasilitasi Dekase Mengonsep Rumah Nelayan untuk Warga Tambakrejo

Semarang, Kamis (14/9), Pattiro Semarang dan Dewan Kesenian Semarang (DEKASE) melakukan diskusi bersama warga Tambakrejo di Kantor Pattiro Semarang. Diskusi sore itu membahas perencanaan desain rumah kampung nelayan. Perkembangan dari kasus relokasi warga Tambakrejo ke Rusunawa Kudu adalah warga keukeuh hingga detik ini masih berjuang mempertahankan pemukimannya dari pembangunan proyek normalisasi sungai Banjir Kanal Timur.

Saat ini Pattiro Semarang bersama elemen masyarakat sipil seperti LBH Semarang, WALHI, terus mendampingi proses advokasi agar warga Tambakrejo tetap mendapatkan hak sebagai warga negara yakni bertempat tinggal. Proses advokasi ini sedikit demi sedikit membuahkan hasil. Semula solusi yang ditawarkan pemerintah untuk warga Tambakrejo adalah pindah ke Rusunawa Kudu dimana letaknya sangat jauh dari akses laut sementara mayoritas warga berprofesi sebagai nelayan. Kini pemerintah menawarkan opsi solusi lain untuk warga yakni tinggal di tanah disposal Polder Banger.

Melihat solusi tersebut warga Tambakrejo akhirnya mau di relokasi di tanah disposal tersebut. Pemerintah Semarang akhirnya memperbolehkan warga tambakrejo tinggal di tanah tersebut dengan catatan tidak ada uang konpensasi untuk relokasi dan maksimal tinggal di tanah tersebut 2 tahun sembari menunggu dibangunkannya rusunami di dekat Tambakrejo. Melihat hal tersebut Dewan Kesenian Semarang (DEKASE) dan Pattiro Semarang memiliki inisiatif untuk memberikan sedikit ide perencanaan tentang desain rumah kampung nelayan. Ide ini dicetuskan oleh Adit Dekase.

Dalam diskusi sore itu, Adit menyarankan beberapa hal dalam desain rumah bagi warga Tambakrejo yang mayoritas berprofesi nelayan. Desain rumah ini cukup simple dan tidak memerlukan biaya yang sangat besar. Cukup berkerjasama dengan beberapa jaringan agar bersama-sama membantu warga tambakrejo mewujudkan rumah yang sederhana tapi menarik. Adit mengatakan, “harapannya ke depan bisa mewujudkan kampung nelayan tematik, syukur ke depan bisa menjadi potensi wisata.” Ide tersebut disetujui oleh warga Tambakrejo. Tentu ini solusi yang tepat bagi warga karena bisa meringankan beban terkait pembangunan rumah. [IS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *