Warga Desa Gogik Gali Potensi Wisata dengan Metode PAR

Setelah rapat perdana pembentukan Tim Inti Master Plan Desa Wisata Gogik pada 26 Maret 2018, tim ini menggelar rapat kedua guna menggali semua potensi wisata yang ada di Desa Gogik. Melalui metode PAR atau Participatory Action Research (PAR), semua tim mulai menggambarkan peta desa dan potensinya. Metode PAR dipilih karena metode riset ini dilaksanakan secara partisipatif yang melibatkan masyarakat Desa Gogik sendiri untuk mendorong terjadinya aksi-aksi perubahan yang lebih baik yang dampaknya juga akan mereka rasakan sendiri.

Pattiro Semarang sebagai pendamping juga masuk dalam tim inti. Karena di dalam kegiatan PAR, peneliti/praktisi PAR tidak memisahkan diri dari situasi masyarakat yang diteliti, melainkan melebur ke dalamnya dan bekerja bersama warga dalam melakukan PAR.

Rapat yang terselenggara pada 27 April bertempat di Balai Desa Gogik (27/04) berlangsung cukup serius meski hanya dihadiri oleh tim inti yang terdiri dari perwakilan Dusun Gogik, Dusun Gintungan, LMDH, BUMDES pemuda, perempuan, dan Pattiro Semarang. Tujuan utama dari rapat ini, masyarakat desa melalui tim inti dapat menggambarkan peta desa, dimana letak situs-situs hingga potensi wisata apa yang dapat dikembangkan yang ada di Desa Gogik. Apa yang dituliskan oleh tim inti ini nantinya akan menjadi pegangan desa untuk menjalankan program mereka sendiri.

Dalam rapat tersebut, disarikan ada 5 situs wisata yang berpotensi untuk dikembangkan Desa Gogik yaitu Curug Semirang, Pintu Gerbang Curug Semirang, Embung Sukoponco, Kebon Pala PTP Ngobo, dan makanan lokal Desa Gogik. Selanjutnya dari 5 situs ini, tim inti menyusun kendala dan cita-cita pengembangan situs untuk menjadi objek wisata berbasis ecotourism. [] IS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *