Modus Penjualan Seragam SMA Secara Paket

Meski pemerintah daerah Provinsi Jawa Tengah belum mengatur terkait pembelian seragam sekolah, setidaknya Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang pakaian seragam sekolah bagi peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah, telah mengatur hal itu. Dirincikan dalam dalam Pasal 4 ayat (1) tertulis “pengadaan pakaian seragam sekolah diusahakan sendiri oleh orangtua atau wali peserta didik, ayat (2) pengadaan pakaian seragam sekolah tidak boleh dikaitkan dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru atau kenaikan kelas.

Namun berbeda fakta di lapangan. Ketika tidak ada monitoring langsung dari Dinas Pendidikan Jawa Tengah, jual beli seragam nasional (putih abu-abu dan seragam pramuka) terjadi di beberapa sekolah. Penjualan seragam menggunakan sistem paket, dimana seragam nasional dijual satu paket dengan seragam identitas (seragam batik, dan pakaian olahraga) sekolah tersebut. Berdasarkan informasi dari siswa dan orangtua/wali siswa beberapa sekolah yang menggunakan :

  1. Sistem 1) sekolah menyuruh siswa membeli seragam di luar yaitu SMA Kebakkramat, SMA Negeri 2 Karanganyar, SMA Negeri 8 Surakarta, SMA Negeri 4 Pekalongan.
  2. Sistem 2) menyediakan beberapa paket dengan memasukkan seragam nasional maupun tidak memasukkan seragam nasional yaitu SMA Negeri 1 Semarang, SMK Negeri 2 Semarang, SMA Negeri 11 Semarang, SMK Negeri 9 Semarang, SMA 2 Boyolali, SMA Gemolong.
  3. Sistem 3) paket untuk seluruh seragam yaitu SMK Negeri 1 Kedungwuni, SMK Negeri 1 Karangdadap, SMA Negeri 1 Bojong, SMA 4 Purworejo, SMA 2 Purworejo, dan SMA 6 Purworejo.

Harga pembelian paket seragam juga bervariasi seperti di SMK Negeri 9 Semarang seharga Rp 1.331.000, di SMA Negeri 11 Semarang seharga Rp 1.600.000, SMK Negeri 2 Semarang seharga Rp 1.775.000, SMA Negeri 1 Semarang Rp 1.415.000, SMA 4 Purworejo Rp. 1.185.000, SMA 2 Purworejo Rp. 935.000, dan SMA 6 Purworejo Rp. 1.025.000

Sebagai bahan perbandingan harga salah satu toko kain di Kota Semarang menyebutkan untuk kain seragam harganya berkisar 18.500-25.000 per meter sedangkan untuk kain celana/rok berkisar harga 28.000-40.000 per meter. Namun di salah satu SMA Kota semarang mematok harga seragam 1.600.000 untuk 3 kain rok/celana 3 meter, 4 kain baju 3,6 meter dan atribut. Selain itu harga seragam jadi  di Kota Semarang, untuk ukuran (L) 62. 500 dan untuk celana seharga 75.000. Untuk mengganti ukuran, selisih harganya berkisar 2000-2500.

Untuk mengurangi potensi praktek jual beli seragam nasional melalui sekolah, maka Pattiro Semarang membuka posko pengaduan bagi masyarakat dengan call center 085713287479 atau (024) 8445532. Atau melalui email: pattiro_semarang@yahoo.com. PATTIRO Semarang mendesak untuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah :

  1. Membuat kebijakan untuk tahun depan terkait dengan penjualan seragam, khususnya pelarangan penjualan seragam nasional di sekolah.
  2. Monitoring ke seluruh sekolah/ koperasi sekolah yang menjual paket seragam.
  3. Memberikan sanksi terhadap sekolah yang secara sengaja mewajibkan siswa baru atau orang tua/wali untuk membeli paket seragam termasuk putih abu-abu dan pramuka.
  4. Melakukan pengembalian uang kepada orang tua siswa yang telah terlanjur membayar untuk pembelian seragam.

 

Semarang, 19 Juli 2018

Syofii

Posko Layanan Pengaduan PPDB Kota Semarang dan Provinsi Jawa Tengah 2018/2019

085713287479

Baca juga:
http://jateng.tribunnews.com/2018/07/20/pattiro-semarang-temukan-kelebihan-harga-penjualan-seragam-secara-paket-oleh-pihak-sekolah

http://m.liputan6.com/regional/read/3594975/melawan-aturan-menteri-sma-dan-smk-negeri-di-semarang-jualan-seragam?utm_source=Mobile&utm_medium=whatsapp&utm_campaign=Share_Top

[IS]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *