Warga Terdampak Resah Karena Ketidakpastian Proses Pembangunan Normalisasi BKT

SEMARANG  – Komisi Informasi Provinsi Jawa Tengah menggelar sidang terkait informasi mengenai proyek normalisasi Banjirkanal Timur, baru-baru ini. Sidang tersebut menghadirkan pemohon, Pattiro (Pusat Telaah dan Informasi Regional) Kota Semarang dan termohon, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana.

Perwakilan Pattiro M. Syofii mengungkapkan, program Normalisasi Banjir Kanal Timur sudah memasuki tahapan pelaksanaan pekerjaan. Program yang mulai dikerjakan November 2017 ini dilaksanakan oleh BBWS Pemali Juana, Pemprov Jateng, dan Pemkot Semarang.

”Banyak warga yang terkena dampak proyek itu, hingga saat ini belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai desain pembangunan dan rincian anggaran untuk pembangunan tersebut. Ratusan warga resah karena ketidakpastian dalam proses pembangunan,” ujar Syofii.

Pihaknya kemudian berinisiatif mengajukan akses informasi untuk masterplan pembangunan, Detail Engineering Design (DED), dan dokumen rencana kerja ke BBWS Pemali Juana. ”Kami sebelumnya sudah mengirim surat dengan Nomor 005/E/SPem/BP-LPPS/I/2018 pada 30 Januari 2018.

Surat itu ditanggapi BBWS Pemali Juana pada 19 Februari 2018 dengan informasi menurut keputusan Menteri PUPR Nomor 451/KPTS/M/ 2017, informasi yang diakses tersebut termasuk yang dikecualikan tanpa memberikan surat keputusan menteri kepada kami,” imbuh dia.

Karena itu, Pattiro Semarang kemudian mendaftarkan terkait akses informasi ini yang tertutup ke Komisi Informasi Provinsi Jateng untuk diselenggarakan penyelesaikan sengketa informasi.

Menurutnya, informasi dalam dokumen tersebut seharusnya terbuka. ”Dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik Pasal 17 tentang informasi yang dikecualikan, disebutkan bahwa informasi tersebut bukan termasuk dalam daftar informasi yang dikecualikan.

Justru dalam Pasal 11 disebutkan bahwa hasil keputusan badan publik, rencana kerja proyek, dan perjanjian badan publik dengan pihak ketiga merupakan informasi yang wajib disediakan setiap saat,” tegas Syofii. (NH)

Sumber : Suara Merdeka Cetak dengan judul “Proyek Normalisasi Dikerjakan, Informasi Masih Belum Jelas.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *