Catatan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) kota Semarang 2017

Catatan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) kota Semarang 2017

222
0
SHARE

Nilai Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Kota Semarang 2017 turun 1,1. Meskipun nilai turunnya tidak banyak dari tahun 2015, namun rankingnya turun 6 tingkat, mulanya peringkat 3 menjadi peringkat 9. Terkait hasil tersebut  PATTIRO Semarang bekerjasama dengan AJI Kota Semarang melangsungkan diskusi pada Senin (11/17)  bertempat di Hotel Pandanaran Semarang. Turut hadir dalam diskusi panel Ketua KADIN Kota Semarang Arnaz Andrarasmara, DPM PTSP Kota Semarang, dan Akademisi UNIKA Andreas Pandiangan.

Dalam paparan TI Indonesia sebagai peneliti, memaparkan indeks daya saing lokal mengalami penurunan dari 70 menjadi 67,6, akan tetapi indeks kemudahan berusaha mengalami kenaikan dari 64 menjadi 65,7. Selain itu suap dikalangan pelaku usaha di Kota Semarang meningkat dari 10% menjadi 25%, dan sektor paling terdampak korupsi di Kota Semarang bidang perijinan 58.0, pengadaan 59,4, dan penerbitan kuota perdagangan 59,4.

Ketua KADIN Semarang, Arnaz Andrarasmara sebagai penanggap diskusi menyarankan untuk penelitian kedepan supaya menambahkan faktor usia ke dalam penelitian. Beliau beranggapan bahwa sekarang sudah banyak pengusaha muda di Kota Semarang yang lebih bersih, untuk memberikan fee saja sudah takut apalagi korupsi. Selain itu beliau juga mengungkapkan sebebnarnya ada garis yang terputus antara kewenangan walikota dengan pihak bea cukai, sehingga masih banyak penyimpangan di ranah bea cukai yang berakibat pada sektor usaha. (MS)

Link terkait:

http://asatu.id/2017/12/11/indeks-persepsi-korupsi-semarang-turun/

http://semarang.bisnis.com/read/20171211/1/97092/praktik-suap-kalangan-pengusaha-di-semarang-masih-tinggi

http://www.jatengpos.com/2017/12/korupsi-semarang-ipk-turun-perizinan-masih-rentan-suap-875930

http://www.suaramerdeka.com/smcetak/detail/20821/Indeks-Persepsi-Korupsi-Semarang-Turun

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY