Korupsi Belum Berakhir

Korupsi Belum Berakhir

Posted on 23 Oktober 2017

56
SHARE

WhatsApp Image 2017-07-26 at 15.19.23 (1)Pattiro Semarang bekerjasama dengan Indonesian Corruption Watch (ICW) menyelenggarakan Diseminasi Hasil Survey Anti Korupsi 2017 di Kota Semarang pada Rabu (26/7) bertempat di Hotel Santika. Turut hadir pada acara tersebut berbagai LSM di Kota Semarang, pegiat anti korupsi, SKPD di Kota Semarang, dan perwakilan masyarakat.

Hasil diseminasi menunjukkan 87% persepsi korupsi tidak ada perbaikan dalam satu tahun terakhir, turunnya persepsi korupsi hanya 2%. Pada tahun 2016 menurun 11% dan 2017 menurun 13%. Pegawai negeri sipil, polisi, pengadilan, dianggap lembaga terkorup. Level korupsi sektor tertinggi yaitu mendaftar kerja jadi pegawai negeri sipil dengan prosentase 56% dan terendah berhubungan dengan pihak administrasi dan guru dengan prosentase 23%.

Pengalaman korupsi menunjukkan permintaan uang tidak resmi paling umum dilakukan di kepolisian dan aparat negeri sipil. Seringnya berhubungan dengan lembaga layanan dokumen administrasi dengan prosentase terbanyak yaitu 52% dan diminta uang tidak resmi, sebagaimana ungkap direktur Pattiro Semarang “Jumlah suap atau pemerasan rata-rata senilai Rp 112 Ribu.”

Berdasarkan partisipasi masyarakat dalam usaha anti korupsi, sebagian besar menganggap pemerintah yang paling berperan memberantas korupsi dengan prosentase terbanyak yaitu komisi pemberantasan korupsi (KPK) dengan angka 63%, dan terendah Kejaksaan Agung dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dengan angka 8%, begitupun ujar Direktur Pattiro Semarang “KPK sebagai lembaga kepercayaan publik masih jadi tonggak pencegahan korupsi di Indonesia,” pungkasnya.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY