PEREMPUAN DAN KORUPSI

PEREMPUAN DAN KORUPSI

389
SHARE

 

 

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Australia Indonesia Partnership for Justice (AIPJ) mengadakan Training for Trainer Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAK) pada awal Oktober lalu bersama perempuan-perempuan Jateng. Agenda ini dibuka oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, pesan Ganjar, “Peran perempuan termasuk istri pejabat sangat berpengaruh dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi.” Lanjut orang nomor 1 di Jawa tengah ini dalam sambutaannya, “Kami senang Jateng didampingi serta dibantu terus oleh KPK terkait upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi. dalam berbagai kegiatan termasuk gerakan SPAK ini.”

Basaria Pandjaitan, wakil Ketua KPK mengungkapkan, “Pendidikan kejujuran, menghindari pola hidup konsumtif, serta ketaatan pada prinsip-prinsip yang baik sangat tepat dimulai dari lingkungan keluarga sebagai tingkat masyarakat paling kecil. Peran agen SPAK penting untuk menjaga diri sendiri dan keluarga dari sikap koruptif.”

Acara yang berlangsung di Hotel Santika Premier ini dihadiri oleh perempuan berbagai elemen, terutama dari istri pejabat, Darmawanita, ‘Aisyah, Kementrian Agama, LSM, LBH, juga akademisi.

Berlangsung selama tiga hari ini diisi oleh Ganjar Laksmana Bonaprapta, dosen Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ungkap beliau dalam penyampaian materi, ”Ada sembilan nilai anti korupsi yang bisa disingkat dengan Jupe Mandi Tangker Sebedil yang merupakan kepanjangan dari jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, sederhana, berani, adil.”

Peserta selain mendapat materi apa itu definisi korupsi, suap dan juga gratifikasi peserta yang ternyata tidak hanya berasal dari Jawa Tengah ini juga diajari bagaimana mengkampanyekan sembilan nilai-nilai anti korupsi melalui tools berupa permainan berupa semai, majo, dan putput LK (putar-putar lawan korupsi). Di akhir agenda, peserta dibekali permainan-permainan tersebut masing-masing peserta mendapat tiga paket permainan. Bukan begitu saja tools itu diberikan tapi peserta mendapat amanah untuk kemudian mengkampanyekan nilai-nilai anti korupsi kepada masyarakat di sekitarnya.

Peserta yang sebagian besar adalah perempuan-perempuan penggerak di masing-masing juga menuliskan rencana jangka pendek dalam tiga bulan ke depan kampanye kepada siapa yang akan dilakukan oleh perempuan anti korupsi yang selanjutnya disebut sebagai agen SPAK ini. (DR)

 

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY