KADERISASI, PATTIRO SEMARANG SELENGGARAKAN SELARAS

KADERISASI, PATTIRO SEMARANG SELENGGARAKAN SELARAS

514
SHARE

 

PATTIRO Semarang sebagai lembaga Non Government Organization (NGO) yang bergerak di bidang advokasi kebijakan public mengadakan Sekolah Relawan Integritas (Selaras) untuk pertama kalinya. Kegiatan yang diadakan pada tangga 28 sampai dengan 30 Oktober 2016 ini diikuti oleh 15 peserta terpilih setelah mengikuti proses seleksi yang sangat ketat dan berhasil menyisihkan 30 mahasiswa pendaftar lainnya yang berasal dari Unnes, UIN Walisongo, Undip, Upgris, Unika dan Unwahas.

Kelimabelas peserta sangat antusias mengikuti Selaras, “Selain mendapat temna baru, kita mendapat ilmu yang bermanfaat dari pembicara tingkat nasional maupun internasional,” lanjut Syofii salah satu peserta Selaras dari kampus Unnes, “Dan yang paling menyenangkan adalah pada saat sesi Focus Group Discussion (FGD) karena kita dapat bertukar pikiran, saling menyanggah dan mempertahankan argumen. “

Widi Heriyanto dan Danardono Siradjudin yang masing-masing adalah bagian dari Sinergantara dan  menjadi fasilitator juga pemateri dalam sekolah yang berlangsung Selama tiga hari ini. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda, akademisi, jurnalis, maupun LSM. Akademisi yang turut andil dalam agenda yang diselenggarakan di Dinas Pendidikan Kota Semarang ini, diantaranya adalah Andreas Pandiangan dosen Unika Soegijapranata, Rahmat Budi Bowo Soeharto akademisi Unisula, dan Budi Setyono dosen Undip. Sekjend Transparency International Indonesia (TII) Dadang Triasongko turut serta menjadi pemateri, Rofiudin dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) berbagi ilmu tentang jurnalisme warga, dan perempuan satu-satunya yang menjadi pemateri adalah Dini Inayati, direktur PATTIRO Semarang periode 2013-2016 yang saat ini focus pada isu kesetaraan gender.

Di akhir kelas, Nugroho selaku direktur PATTIRO Semarang membagi kelas menjadi tiga kelompok yang selanjutnya akan diterjunkan di tiga komunitas dampingan PATTIRO yang ada di Kelurahan Kemijen, Kecamatan Gunung Pati dan Kecamatan Candisari. Tugas pertama siswa adalah bertemu dengan komunitas dampingan dengan menerapkan teori yang sudah diperoleh selama sekolah yang berlangsung tiga hari ini terutama terkait analisis social. (DR)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY