Ketua KPK: Sapu Kotor Tidak Bisa Membersihkan, Harus Ada Reformasi di MA

Ketua KPK: Sapu Kotor Tidak Bisa Membersihkan, Harus Ada Reformasi di MA

614
SHARE

Jakarta – Ketua KPK Agus Rahardjo menyebut pemberantasan korupsi harus digaungkan semua elemen. Masyarakat harus terlibat membudayakan gerakan antikorupsi.

“Upaya pemberantasan korupsi, jamaahnya hari ini masih kecil. Seperti jamaah salat subuh. Kita melihat penting tapi masih kecil yang ikut,” ujar Agus dalam Konvensi Antikorupsi yang diselenggarakan Pemuda Muhammadiyah di Jl Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (17/6/2016).

Agus juga menyinggung soal kembali adanya oknum peradilan yang terjerat kasus suap. Untuk memutus budaya korupsi, diperlukan reformasi fundamental.

“Saya menggunakan istilah Pak Rizal Ramli, kalau kita menggunakan sapu yang kotor, maka kita tidak akan bisa membersihkan sesuatu,” ujar Agus.

“Para hakim, panitera dan jaksa kembali terjerat kasus. Kalau segera kita sadari semua harus ada reformasi yang fundamental di MA, karena arahnya ke situ,” tambahnya.

Dalam hal pembenahan sistem, Agus ingin sistem single identity number diberlakukan. Sistem ini dirasa penting, sebab menurut Agus, banyak pemilik perusahaan yang mengemplang pajak.

Di Indonesia sebut Agus ada orang yang tidak membayar pajak penghasilan karena pendapatan perusahaannya masuk ke rekening pribadi. Akibatnya jumlah pemasukan perusahaan tidak terdeteksi.

Pemberantasan korupsi harus pula diikuti oleh masyarakat. KPK berencana memperkenalkan sebuah aplikasi yang dapat dipunya oleh masyarakat. Aplikasi ini dapat diunduh ke dalam ponsel pintar.

Nantinya dengan aplikasi tersebut, masyarakat akan ikut melakukan pengawasan terhadap fasilitas umum dan perilaku para pejabat publik.

“Dalam beberapa saat lagi kami akan perkenalkan aplikasi check my shcool, check my hospital juga check my permit yang bisa mengecek perizinan di kabupaten/kota,” kata Agus.

“Sehingga Anda dapat mengontrol jalannya sekolah, rumah sakit dan layanan masyarakat. Dengan begitu bisa lebih masif lagi mengontrol birokrat dan pejabat,” tutur Agus.
Jabbar Ramdhani – detikNews

source:http://news.detik.com/

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY