Pattiro Lakukan Pengawasan Pembangunan Pasar Sementara Pedagang Johar

SEMARANG, suaramerdeka.com– Pembangunan pasar sementara untuk pedagang pasar Johar Semarang akan dilakukan pengawasan oleh Pusat Telaah dan Informasi Regional (Pattiro) Semarang. Pasalnya, dalam pembangunan yang berada di lahan milik MAJT atau di Jalan Arteri Soekarno Hatta itu menelan dana hingga 30 miliar. “Monitoring ini akan kami lakukan agar pasar sementara ini nyaman untuk para pedagang, pengunjung, maupun masyarakat sekitar,” ujar Direktur Pattiro Dini Isnayati saat beraudiensi di kantor Dinas Pasar Kota Semarang, Kamis (8/10).

Dalam audiensi yang diterima langsung oleh Kepala Dinas Pasar Kota Semarang,Trijoto Sardjoko itu, rombongan memberikan berbgai saran untuk pembangunan pasar sementara. Saran tersebut diantaranya lahan parkir, saluran air yang terbuka, sarana proteksi (kebakaran), antisipasi banjir, dan tata lapak pedagang serta jalur pengunjung.

“Dari konsep yang ada, ditemukan banyak kekurangan seperti saluran air yang kurang memadahi. Khususnya, untuk pedagang daging dan ikan. Yang terpenting saluran air yang ada ternyata tidak diberi petutup, ini sangat berbahaya bagi pengunjung dan pedagang yang kebanyakan wanita,” ucap Dini.

Dia juga menambahkan, dari konstruksi bangunan atap pada sisi ujung dinilai kurang diperlebar. Karena, saat dilihat konsep ada lapak pedagang yang terlalu mepet dengan bagian luar. Sehingga ditakutkan saat hujan datang, pedagang dan pembeli akan terkena air hujan.

Sementara itu, Trijoto Sardjoko menjelaskan bangunan pasar sementara ini telah dirancang sedemikian rupa dan kuat, dapat bertahan hingga 4-5 tahun dengan menggunakan bahan baja dan tak mudah terbakar. Pasar sementara ini akan menampung empat ribu lebih pedagang pasar johar yang terbakar sekitar bulan Mei lalu.

“Tata letak pedagang nantinya tidak model kios, melainkan hanya lapak atau los. Terkait mengantisipasi banjir, kita sudah berkoordinasi dengan dinas PSDA untuk fasilitasi pompa air, kita tak bisa menaikan lantai bangunan. Sebab dana sudah mepet,” jelas Trijoto.

Untuk fasilitas penerangan, lanjutnya, masih mengalami sedikit masalah pada penyambungan daya listrik. Meski begitu instalasi listrik sudah dirancang bersamaan dengan desain bangunan. Sifat penerangan sifatnya umum, tidak setiap lapak.

“Ini sudah sangat memadahi, sebab tidak semua lapak pedagang butuh penerangan. Kita juga sudah membuat surat untuk PLN agar bisa menyediakan jaringan listrik,” tegasnya.

Dia menjelaskan pasar ini sudah masuk tahan pematangan lahan dan segera akan dilakukan pembangunan selama tiga bulan. Direncanakan bangunan ini bisa beroperasi pada Desember mendatang.
(Apit Yulianto/ CN40/ SM Network)

 

sumber : http://berita.suaramerdeka.com/pattiro-lakukan-pengawasan-pembangunan-pasar-sementara-pedagang-johar/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *