Dana Hibah Disorot

    420
    SHARE

    Rabu, 7 November 2012

    Dana Hibah Disorot
      
    SEMARANG – Komisi E DPRD Jawa Tengah menengarai ada ketimpangan dalam pengucuran dana hibah bagi sekolah dasar (SD) swasta di Kota Semarang. 

    Sekolah favorit justru mendapatkan bantuan keuangan dari Provinsi Jateng lebih besar daripada sekolah di daerah pinggiran. Dalam laporan keuangan APBD Perubahan 2012 Provinsi Jateng tercatat, sekolah berkelas seperti Yayasan Kristen Terang Bangsa Semarang mendapatkan bantuan Rp578,84 juta; SD H Isriati Baiturrahman Jalan Pandanaran mendapat alokasi Rp517,94 juta; SD Al Azhar Jalan WR Supratman mendapat alokasi Rp401,94 juta; serta SDK Tri Tunggal Semarang Indah mendapat jatah Rp466,32 juta. 

    Sementara sekolah nonfavorit semisal SD Muhammadiyah VII di Jalan PusponjoloTengah hanya mendapat Rp25,52 juta dan SD Masehi PSAK Pendrikan Utara mendapat alokasi Rp26,1 juta. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng Slamet Efendi berpendapat seharusnya dalam mengusulkan bantuan ke Pemprov Jateng berdasar kebutuhan sekolah.“Sekolah swasta kecil yang sangat membutuhkan bantuan seharusnya dapat prioritas, ini tidak adil namanya,”katanya kemarin. 

    Semestinya kepala daerah lebih selektif memberikan hibah agar anggaran pendidikan ini bisa merata di semua jenjang pendidikan. Pusat Telaah Informasi Regional (Pattiro) Semarang juga mempertanyakan alasan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang memberikan bantuan hibah sampai ratusan juta kepada sekolah favorit. Seharusnya pemerintah daerah ini memiliki perencanaan terhadap penggunaan alokasi dana hibah. 

    Divisi Anggaran Pattiro Aryanto Nugroho menuturkan, Disdik seharusnya memiliki peta tingkat kerusakan sekolah. Mana sekolah swasta yang kondisinya rusak dan membutuhkan bantuan mendesak,harus mendapat prioritas karena masih banyak sekolah swasta yang membutuhkan anggaran untuk melengkapi sarana dan prasarana. “Disdik sebenarnya punya apa tidak sih peta sekolah rusak. Saya menduga proposal bantuan hibah ini hanya diberikan kepada sekolah yang aksesnya dekat dengan pejabat Disdik dan pejabat di Pemkot Semarang saja,” ujar Aryanto.

    Pihaknya juga mempertanyakan pemberian dana hibah hingga ratusan juta mendekati akhir tahun anggaran. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Nur Hadi Amiyanto belum bisa dikonfirmasi terkait hal itu.Meski ponselnya aktif tetap tidak ada respons.  _arif purniawan_ 

    sumber : sindo.com

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY